Monitoring Tim Penulis Buku Kejuruan dari SMKN 2 Kuripan oleh Editor PT Elex Media Komputindo

smkn2kuripan.sch.id., Kuripan – Menindak lanjuti program penulisan Buku Kejuruan dari Dikbud NTB Bidang SMK NTB, pihak penerbit melakukan monitoring kepada guru-guru penulis. Ibu Retno selaku editor senior Peneribit PT Elex Media Komputindo melakukan kunjungannya pada SMKN 2 Kuripan pada Kamis, 21 April 2022. Tercatat sebanyak 9 (sembilan) guru SMKN 2 Kuripan yang turut serta mensukseskan kegiatan penulisan buku kejuruan tersebut yaitu 1) Chudhori, S.Pd., MT, 2) Siti Rohana, MT., 3) Ni Nengah Sutraweni A., ST., MT., 4) Amirin, ST., 5) I Made Budiartha, S.Pd.T., 6) Elni Ilmawati, S.Pd., 7) Abdul Maukup, S.Pd.T., 8) Irfan Ferianto Wibisono, S.Pd., dan 9) Nasarudin, S.Kom. M.Kom. Kesembilan guru tersebut terbagi dalam gelombang 1, 2, dan 3 yang sedang dalam proses menyelesaikan penulisan naksah buku.

Kepala SMKN 2 Kurian bapak Rias Sandi Miswardani, SE. sangat mendukung dan mensupport penuh kepada bapak ibu tim penulis dari SMKN 2 Kuripan agar penulisan buku berjalan dengan lancar dan sesuai target yang ditetapkan. Hal ini disampaiakan saat ramah tamah dengan Ibu Retno selaku editor.
“Pada prinsipnya kami mensuport penuh bapak ibu tim penulis dari SMKN 2 Kuripan, bagaimanapun caranya saya dukung agar penulisan naksah buku lancar dan sesuai target yang ditetapkan. Bukan karena apa apa kita membawa nama baik SMK dan nama baik NTB demi kemajuan pendidikan, ini program yang luar biasa dan harus kita dukung” tutur bapak Rias Sandi Miswardani, SE.

Ibu Retno selaku editor dari pihak penerbit menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada guru-guru SMK di NTB pada umumnya dan guru-guru SMKN 2 Kuripan karena semangat dan berjuang keras untuk mensukseskan program buku kejuruan DIkbud NTB. SMKN 2 Kuripan salah satu SMK dengan jumlah penulis terbanyak untuk buku kejuruan ini. Semua gelombang yang dibuka pasti ada guru SMKN 2 Kuripan yang berpartisipasi.
“Bapak kepala yang saya hormati, guru-guru bapak ini luar biasa sekali, saya pribadi memberikan apresiasi yang setinggitingginya atas kegigihan bapak ibu ikut menjadi penulis buku kejuruan. Catatan saya ada 9 guru yang ikut menulis. Ini salah satu SMK yang gurunya paling banyak ikut menjadi penulis, luar biasa sekali. Gelombang 1 ada, 2 juga ada ini yang terbaru gelombang 3 juga ada” ucap ibu Retno dalam kegiatan monitoring.

Bapak Kabid SMK Dikbud sedang Memberikan Sambutan Kegiatan Workshop Penulisan Buku Kejuruan

Gagasan penulisan Buku Kejuruan oleh Dikbud NTB Bidang SMK dilatar belakangi akibat minimnya buku sumber belajar siswa SMK dari guru daerah. Selama ini buku sumber belajar dibeli dan didatangkan dari luar daerah. Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB bapak M. Khairul Ikhwan, S.Pd., MT., menggagas ide agar buku-buku sumber belajar siswa SMK di NTB ditulis oleh guru, dari guru dan untuk guru. Hal ini dilakukan agar materi pada buku sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dilapangan serta meningkatkan kebanggan pada daerah. Hal ini disampaikan oleh Kabid Bidang SMK saat membuka Kegiatan Workshop Penulisan Buku Kejuruan pada tanggal 1-2 Maret 2022 di SMKN 1 Praya, Lombok Tengah. “Bapak Ibu Guru SMK NTB yg Hebat, ini kegiatan pertama d indonesia, guru daerah d latih untuk melahirkan buku kejuruan SMK yg akan d gunakan oleh SMK NTB dan Indonesia. Kami bidang SMK berusaha mencarikan partner yg berkualitas agar buku yg lahir nanti bener bener sesuai standar. Sebagai penulis buku tentunya memiliki banyak persyaratan dan aturan baik itu hak penulis itu sendiri (royalti). Begitu banyak penjual buku yg datang ke Bidang SMK untuk difasilitasi, namun buku tersebut tak satupun karya putra daerah dari guru guru kita sendiri. Nah, kita patut bersyukur program penulis lokal ini disambut baik oleh Elek Media Komputindo (Kompas Grup) untuk mengadakan workshop penulisan buku kejuruan. Bidang SMK dalam hal ini bersifat membuka ruang kepada penerbit untuk berlomba lomba membantu kita melakukan percepatan capaian. Jadi silahkan kegiatan ini diikuti dengan baik” tutur bapak M. Khairul Ikhwan, S.Pd., MT.

Saat kegiatan monitoring juga disampaikan tantangan dalam penulisan buku kejuruan ini. Adapun tantangannya antara lain pertama, karena ini merupakan pengalaman pertama dalam menulis buku ber-ISBN jadi bepak ibu guru masih belum percaya diri; kedua, waktu penulisan yang sangat mepet dibarengi dengan puncak kegiatan ujian sekolah dan ujian praktik kejuruan kelas XII; ketiga, banyaknya materi yang harus disampaikan namun terbatas pada jumlah halaman; keempat, kegiatan lain yaitu layanan BLUD bengkel pada kejuruan masing-masing. Hal ini disampaikan oleh bapak I Made Budiartha, S.Pd.T. dan Bapak Abdul Maukup, S.Pd.T., dalam sharing pengalaman proses penulisan.

Sesi Sharing Tantangan Proses Penulisan Buku

“Bu Retno mohon maaf sebelumnya karena kami baru menulis 1 bab, ini bukan karena kami malas, namun karena waktu kegiatannya yang bersamaan, contoh kemarin kita focus pada ujian sekolah dan ujian praktik kejuruan untuk siswa kelas XII, saat ini ada pasien mobil di bengkel jadi saya kalau siang di sekolah itu ngolong di bawah mobil, malam harinya baru bisa pegang laptop, jadi mohon banyak-banyak malum jika kami agak molor” tutur bapak I Made Budiartha.
“Ini meripakan pengalaman pertama bagi kami menulis buku ber-ISBN, ekspektasi kami sangat tinggi agar isi buku ini sebagus mungkin, namun apa daya dengan materi yang banyak dan terbatasnya jumlah halaman maka kami sampai kebingungan sendiri mana materi yang harus diutamakan dan dibuang, jadi kami mohon agar ada kelonggaran sedikit dalam batasan jumlah halaman” tutur bapak Abdul Maukup.

Pada akhirnya kita semua berdoa agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam penulisan buku kejuruan ini agar sesuai target dan tentunya bermanfaat untuk siswa-siswi SMK di NTB bahkan nasional. (iw)