Arti dan Makna Idhul Fitri

Oleh : Fathurrahman, S.Ag.,M.Si ( Guru Agama Islam SMKN 2 Kuripan)

Kata Id berdasar dari kata aada-yauudu yang artinya kembali. Sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.

Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan kata ifthar. Kemudian berdasarkan hadis Rasulullah SAW artinya:

”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil.” (HR Bukhari).

Sementara kata fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa berdasarkan kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh).

Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) .

Idul Fitri menandakan berakhirnya waktu puasa Ramadhan. Makna spiritual yang terdapat di dalamnya selain refleksi dan kegembiraan, Idul Fitri juga sebagai waktu untuk amal, yang dikenal sebagai Zakat al-Fitr.
Idul Fitri dimaksudkan sebagai waktu sukacita dan penuh berkah bagi seluruh umat Muslim dan waktu untuk membagikan harta kekayaan seseorang kepada mereka yang tidak mampu.
Al-Qur’an mengatakan, “percayalah kepada Allah dan utusannya, dan berikan amal dari (substansi) bahwa Allah telah membuat Anda ahli waris. Bagi Anda yang percaya dan memberi amal – bagi mereka adalah hadiah besar.”